Selasa, 14 Oktober 2014

manajemen BK di SMP



BAB I
PENDAHULUAN
Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, sebagaimana yang termuat dalam Undang-undang sistem pendidikan nasional N0. 20 tahun 2003 Pasal 39 ayat 2. Dalam hal ini guru pembimbing juga diharapkan dapat menjadi tenaga pendidikyang profesional  yangmempunyai tugas, tanggung jawab dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan dan konseling terhadap sejumlah peserta didikdi sekolah. 
Adapun pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling di Sekolah Menengah Pertama dan sederjat didasarkan pada tingkat perkembangan peserta didik yang berada pada taraf remaja awal yang merupakan tahap kritis yang sangat memerlukan perhatian khusus para pendidik, maka kegiatan pelayanan bimbingan konseling didasarkan pada kondisi dan kebutuhan peserta didik. Dalam hal ini perencanaan pelayanan konseling di sekolah diawali dengan melakukan need assesment, hal ini merupakan salah satu prinsip program layanan BK yang harus dipenuhi.
Untuk mewujudkan terealisasinya program pelayanan konseling yang tepat guna, maka perencanaan hendaknya disusun dengan memberdayakan personil sekolah yang ada dan berfungsi aktif dalam pelayanan konseling di sekolah (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, koordinator BK, guru pembimbing, wali kelas, guru mata pelajaran, dan pihak lain sesuai dengan kebutuhan). Selanjutnya, terealisasinya program pelayanan konseling dengan baik tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penggerak keterlaksanaan kegiatan bimbingan konseling di sekolah.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka pembahasan makalah ini sangatlah menarik untuk dipelajari dan didiskusikan secara detail, tepat, dan praktis.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Program
Pelayanan bimbingan di lembaga pendidikan formal terlaksana dengan mengadakan sejumlah kegiatan bimbingan.Seluruh kegiatan itu terselenggarakan dalam rangka suatu program bimbingan (guidance program), yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, misalnya satu tahun ajaran.(W.S. Winkel, 1997:119).Jadi, program BK adalah keseluruhan kegiatan bimbingan dan konseling yang terencana, terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu, seperti program harian, mingguan, bulanan, semester, atau tahunan.
Kegiatan yang telah dirumuskan oleh koordinator atau guru pembimbing/konselor sekolah secara terencana, terorganisir, terkoordinasi dan akan dilaksanakan sesuai ketentuan program tersebut dan  program BK yang telah dirumuskan itu menjdai pedoman kerja dan acuan dalam mencapai tujuan pelayanan konseling.
B. Ketentuan
Adapun ketentuan-ketentuan hukum perihal penyelenggaraan BK di SMP, sebagai berikut:
1)      Peraturan pemerintah No.28 dan 29Tahun 1990, No.72 Tahun 1991, dan No.38 Tahun 1992 masing-masing tentang Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Luar biasa, dan tenaga kependidikan, yang semuanya merupakan peraturan pelaksanaan Undang-undang No.2 Tahun 1989 dan UU No.20/2003  tentang sistem Pendidikan Nasional.
2)      SKB Mendikbud dan Kepala BAKN No.84 dan No.0433/P/1993 dan No.25 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
3)      SK Mendikbud No. 025/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.Guru Pembimbing membimbing minimal 150 orang siswa.
4)      Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan.
5)      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun  2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
C. Jenis-jenis Program BK
Adapun jenis-jenis dari program bimbingan dan konseling adalah :
Ø  Program Tahunan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
Ø  Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
Ø  Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
Ø  Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
Ø  Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling.
D. Dasar Penyusunan Program BK
Program pelayanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor/ guru pembimbing. Sehingga, materi yang tertuang dalam penyusunan program mengacu kepada kebutuhan, tingkatan kelas, kondisi dan permasalahan siswa yang bersangkutan.
E. Syarat-syarat Program
Kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan di sekolah tidaklah dipilih secara acak, namun melalui pertimbangan yang matang dan terpadukan dalam program pelayanan bimbingan konseling yang hencdaknya:
a)    Berdasarkan kebutuhan, bagi pengembangan peserta didik sesuai dengan kondisi pribadinya, serta jenjang dan jenis pendidikannya.
b)   Lengkap dan menyeluruh, memuat segenap fungsi bimbingan, meliputi semua jenis layanan dan kegiatan pendukung serta menjamin dipenuhinya prinsip dan asas-asas bimbingan konseling. Kelengkapan program ini disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik pada satuan pendidikan yang bersangkutan.
c)    Sistematik, dalam arti program disusun menurut urutan logis, tersinkronisasi dengan menghindari tumpang tindih yang tidak perlu serta dibagi-bagi secara logis.
d)   Terbuka dan luwes, sehingga mudah menerima masukan untuk pengembangan dan penyempurnaannya, tanpa harus merombak program itu secara menyeluruh.
e)    Memungkinkan kerjasama, dengan semua pihak yang terkait dalam rangka memanfaatkan sebesar-besarnya berbagai sumber dan kemudahan yang tersedia bagi kelancaran dan keberhasilan pelayanan bimbingan konseling.
f)    Memungkinkan diselenggarakannya penilaian dan tindak lanjut, untuk penyempurnaan program pada khususnya dan peningkatan keefektifan dan keefisienan penyelenggaraan program bimbingan konseling pada umumnya. (Prayitno, 1997: 53-54).
F. Unsur-unsur Program BK
            Program bimbingan dan konseling untuk setiap periode disusun dengan memperhatikan unsur-unsur:
1)      Kebutuhan siswa yang diketahui melalui pengungkapan masalah dan data yang terdapat di dalam himpunan data.
2)       Jumlah siswa asuh yang wajib dibimbing oleh guru pembimbing sebanyak 150 orang (minimal); Kepala sekolah yang berasal dari guru pembimbing sebanyak 40 orang; Wakil kepala sekolah yang berasal dariguru pembimbing sebanyak 75 orang.
3)      Bidang-bidang bimbingan (bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir)
4)      Jenis-jenis layanan : layanan orientasi, informasi, penempatan danpenyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.
5)      Kegiatan pendukung : aplikasi instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus.
6)      Volume kegiatan yang diperkirakan sebagai berikut:
a)    Layanan orientasi : 4-6%
b)   Layanan informasi : 10-12%
c)    Layanan penempatan dan penyaluran : 5-8%
d)   Layanan pembelajaran : 12-15%
e)    Layanan konseling perorangan : 12-15%
f)    Layanan bimbinga kelompok : 15-20%
g)   Layanan konseling kelompok : 12-15%
h)   Aplikasi instrument : 4-8%
i)     Konferensi kasus : 5-8%
j)     Kunjungan rumah : 5-8%
k)   Alih tangan kasus : 0-2%

7)      Frekuensi layanan : setiap siswa mendapatkan berbagai layanan minimal lima kali dalam setiap semester, baik layanan dalam format perorangan, kelompok maupun klasikal.
8)      Lama kegiatan : setiap kegiatan (kegiatan layanan dan pendukung) berlangsung sekitar 2 jam pembelajaran dalam seminggu.
9)      Waktu kegiatan : kegiatan layanan dan pendukung dilaksanakan pada jam pelajaran sekolah dan diluar jam pelajaran sekolah, sampai 50% dari seluruh kegiatan bimbingan dan konseling, sesuai dengan SK Mendikbud No. 25/O/1995.
10)  Kegiatan khusus: pada semester pertama setiap tahun ajaran baru diselenggarakan layanan orientasi kelas/sekolah bagi siswa baru.



G. Materi Program BK
              Tujuan pendidikan SMP ialah (1) memberikan bekal Pelayanan BK Di sekolah  menengah atas memberikan bekal kemampuan dasar yang merupakan perluasan serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di Sekolah Dasar yang bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara serta anggota masyarakat. (2) mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. (Prayitno, 1997: 60).
            Pelayanan BK  DiSMP merupakan kelanjutan dan pengembangan pelayan BK di sekolah dasar. Sebagai pelayanan yang terpadu dengan segenap pelayanan yang ada di SMP (terutama dengan pelayanan pengajaran dan latihan), penyelenggaraan pelayanan BK di SMP sepenuhnya memperhatikan karakteristik, tujuan pendidikan, kurikulum, dan peserta didik di SLTP. Sebagai pelayanan yang lengkap dan menyeluruh, pelayanan BK di SLTP mencakup bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier. (Prayitno, 1997: 65).
Program bimbingan dan konseling untuk setiap periode berisikan materiyang merupakan sinkronisasi dari unsur-unsur :
1)   Tugas perkembangan siswa yang mendapatkan layanan
2)   Bidang-bidang bimbingan
3)   Jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling.
Materi-materi tersebut yang meliputi juga materi pendidikan budipekerti, mengarah kepada pemahaman diri siswa dan lingkungannya serta pengembangan diri dan arah karir siswa. Adapun tugas perkembangan siswa SMP adalah :
1)   Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2)   Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya, serta kematangan dalam perannya sebagai pria dan wanita.
3)   Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat.
4)   Mengembangkan penguasaan ilmu teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan parir atau melanjutkan Pendidikan Tinggi.
5)   Mencapai kematangan dalam pilihan karir.
6)   Mencapai kematangan gambar dan sikap tentang kehidupan mandiri, secara emocional, social, intelectual dan ekonomi.
7)   Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
8)   Mengembangkan kemampuan berkomunikasi social dan intelectual serta apresiasi seni.
9)   Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.

H. Penyusunan Program
Dalam peyusunan program ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
1)   Susun program yang relevan dengan kebutuhan di sekolah. Program yang relevan dengan kebutuhan akan dapat berfungsi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, adakan inventarisdasi kebuthan di sekolah. Tentukan prioritas penanganan masalah atau kebuthan yang akan dilayani.
2)   Mempertimbangkan sifat-sifat luas sekolah, yaitu : jenis sekolah, ukuran sekolah, sifat atau tujuan sekolah, guru-guru (Perhatian, kesibukan dan kemampuan), murid-murid dengan bernagai persoalan.
3)   Adakan inventarisasi berbagai macam fasilitas yang ada, termasuk petugas BK yang telah ada sebagai pelaksana program BK, ruangan yang telah tersedia dan kemunkinan untuk bisa dikembangkan, data yang tersedia dengan berbagai peralatan yang akan dipergunakan untuk memperlancar jalanya BK.
4)   Tentukan program kerja yang terperinci dan sistematis berdasarkan masalah yang secara mendesak harus ditangani. Program harus memberi jawab atas permasalahan atau berbagai kebuthan yang ada.
5)   Tentukan personalia, pembagian tugas dan tanggung jawab dengan mempertimbangkan : kemampuan, minat, kesempatan dan bakat yang dimilki oleh staf yang ada.
6)   Menetukan organisasi termasuk didalamnya: cara kerja dan kerja sama dalam mewujudkan program, cara berfungsinya team atau personalia, khirarkinya (hubungan dengan petugas-petugas lainya). Pola organisasi yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi yang ada di sekolah (tenaga yang tersedia, kemampuan yang dimiliki oleh petugas).
7)   Adakan evaluasi program ; gunanya untuk mengecek seberapa jauh rencana dan pengaturaqn kerja telah dilaksanakan, dqan seberapa jauh program kerja telah dapat di realisir.

Harold J. Burbach & Larry E. Decker (1977: 198) mengemukakan langkah-langkah dalam suatu perencanaan sebagai berikut :
a.       Menentukan tujuan yang akan dicapai.
b.      Menganalisis tentang sumbeer-sumber dan kendala yaitu yang berhubungan dengan personil, sikap, biaya, peraturan-peraturan, fasilitas, dan waktu.
c.       Menganalisis tentang kebutuhan-kebutuhan.
d.      Menentukan tujuan-tujuan yang lebih spesifik dan dapat diukur.
e.       Menentukan prioritas.
f.       Menentukan strategi-strategi dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan tujuan-tujuan yang spesifik.
g.      Mengadakan evaluasi terhadap perencanaan yang mencakup: (a) untuk melihat sejauh mana tujuan-tujuan yang telah dicapai, dan (b) untuk melihat sejauh mana kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan itu dilaksanakan.
h.      Mengadakan beberapa perubahan yang perlu untuk perbaikan program.
  Ada beberapa keuntungan disusunnya suatu program, yaitu :
ü  Memungkinkan Guru Pembimbing untuk menghemat waktu, usaha, biaya, dengan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, daan usaha coba-coba yang tidak menguntungkan.
ü  Siswa asuh akan menerima pelayanan bimbingan dan konseling secara seimbang dan menyeluruh, baik dalam hal kesempatan, bidang bimbingan dan jenis-jenis layanan bimbingan yang diperlukan.
ü  Setiap Guru Pembimbing mengetahui peranannya masing-masing dan mengetahui pula bilamana dan dimana harus bertindak,  pada itu Guru Pembimbing akan menghayati pengalaman yang sangat berguna untuk kemajuannya sendiri dan untuk kepentingan siswa-siswa asuhnya.

I. Sosialisasi Program
Program pelayanan BK di setiap satuan pendidikan pendidikan perlu disosialisasikan dan dikelola secara baik. Pengelolaan ini meliputi adanya organisasi yang jelas dan mantap, para pelaksana yang setia pada kewajiban dan tugas-tugasnya, serta program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan memiliki taraf keterlaksanaan yang tinggi.
PelayananBK yang efektif  memerlukan kerjasama semua pihak yang berkepentingan demi suksesnya program pelayanan, baik itu personil Kanwil atau Kandep Depdikbud,  kepala sekolah beserta wakil, guru pembimbing/ guru kelas, guru-guru lain, orang tua siswa, dan ahli-ahli lainnya, serta sesama peserta didik. Kerjasama antara personil sekolah dengan tugas dan peranannya masing-masing dalam pelayanan BK sangat penting dan vital. Tanpa kerjasama antar personil, maka kegiatan BK akan banyak terhambat. Jadi, segenap unsur yang terkait dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah dengan guru kelas sebagai pelaksana utamanya hendaklah saling bekerja sama dengan tugas dan peranannya masing-masing demi mencapai tujuan program pelayanan BK di sekolah.
J. Tahap-tahap Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program didasarkan atas tersusunnya program-program satuan layanan, kegiatan pendukung dan kegiatan BK lainnya; pelaksanaan program-program satuan tersebut; dan selanjutnya diselenggarakan upaya penilaian dan tindak lanjut.
Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Departeman Pendidikan Nasional menyatakan bahwa tahap-tahap yang perlu di tempuh dalam pelaksanaan program adalah:
1)      Tahap perencanaan, program satuan layanan dan kegiatan pendukung direncanakan secara tertulis dengan memuat sasaran, tujuan, materi, metode, waktu, tempat dan rencana penilaian
2)      Tahap pelaksanaan, program tertulis satuan kegiatan (layanan atau pendukung) dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya.
3)      Tahap penilaian, hasil kegiatan diukur dengan nilai.
4)      Tahap analisis hasil, hasil penilaian dianalisis untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
5)      Tahap tindak lanjut, hasil kegiatan ditindaklanjuti berdasarkan hasilanalisis yang dilakukan sebelumnya, melalui layanan dan atau kegiatan pendukung yang relevan.

K. Pengawasan Pelaksanaan Program
              Pengawasan pelaksanaan program Bk di SMP merupakan aspek yang sangat penting dalam perbaikan dan pengembangan program bimbingan dan konseling yang telah dilaksanakan.Pengawasan program BK di SMP dilakukan oleh kepala sekolah.Bentuk pengawasan dilakukan terhadap pelaksanaan program yang telah disusun, yaitu program harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan.Sehingga, dengan pengawasan pelaksanaan program dapat memberikan dorongan dan saran-saran bagaimana program-program yang belum terlaksana dapat dilaksanakan, pengawas harus mengembangkan diskusi bersama pimpinan sekolah dan konselor berkenaan dengan dukungan kebijakan, sarana dan prasarana untuk melaksanakan program tersebut. Hal yang pokok yang harus diperhatikan dalam pengawasan pelaksanaan program, yakni:
ü  Kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah dipantau, dievaluasi dan dibina melalui kegiatan pengawasan.
ü  Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara :Intern, oleh kepala sekolah/madrasah. Ekstern, oleh pengawas sekolah/madrasah di bidang konseling.
ü  Fokus pengawasan adalah kemampuan profesional konselor/guru pembimbing dan implementasi kegiatan pelayanan konseling yang menjadi kewajiban dan tugas konselor di sekolah/madrasah.
ü  Pengawasan kegiatan pelayanan konseling dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
ü  Hasil pengawasan didokumentasikan, dianalisis dan ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling di sekolah/madrasah.
L. Masalah dan Solusi
*   Masalah
Adapun permasalahan yang sering terjadi dalam program BK di tingkat Sekolah Menengah Pertama , sebagai berikut:
1)      Pengimplementasian program BK di tingkat Sekolah Menengah Pertama, terkhusus pengalokasian waktu dalam jam pembelajaran tatap muka belum adakejelasan. Meskipunpengakuan pemerintah akhir-akhir ini yang makit menguat dengan terbitnya Permendikbud No. 81 A tahun 2013 tentang implementasi kurikulum, yang menjelaskan bahwa guru pembimbing menyelenggarakan pelayanan tatap muka klasikal terjadwal dengan volume waktu 2 jam pembelajaran untuk setiap kelas peserta didik.
2)      Guru pembimbingbelum berkompeten dan profesional dalam menyusun program BK di sekolah, serta penyelenggaraan pelayanan BK di sekolah masih bersifat transaksional. 
3)      Program BK dalam sekolah di SMP belum berjalan lancar sesuai perencanaan awal.
*   Solusi
Mencermati permasalahan di atas, maka solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut.
1)      Kepala sekolah mengalokasikan atau menjadwalkanpenyelenggaraan pelayanan BK di Sekolah Menengah Pertamadengan volume waktu 2 jam pembelajaran untuk setiap kelas peserta didik per minggu.
2)      Memberikanpembimbingan dan pelatihan profesionalitas kepada guru BK dalam penyusunan program pelayanan BK di Sekolah, dengan kriteria program harus berdasarkan kebutuhan, lengkap dan menyeluruh, sistematik, terbuka dan luwes, memungkinkan kerjasama, dan memungkinkan diselenggarakannya penilaian dan tindak lanjut.
4)      Melakukan sosialisasi dan penginstruksian bahwa hendaknya guru BK mengubah cara penyelenggaraan pelayanan BK di sekolah dari metode transaksional menjadi tranformasional. 















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas akhirnya dapat disimpulkan bahwasannya dalam perancangan program bimbingan konseling hendaknya guru pembimbing memperhatikan kebutuhan siswa dan menyesuaikan dengan tugas perkembnagannya.Selanjutnya program hendaknya dirancang dari program tahunan yang menghimpun keenam bidang bimbingan, jenis layanan dan kegiatan pendukung, sehingga dapat diuraikan lebih lanjut pada program bulanan, semesteran, bulanan dan satlan/satkung atau program harian.
Dalam pembuatan program BK hendaknya guru pembimbing memperhatikan syarat-syarat pembuatan proram dan memperhatikan unsur-unsur yang terdapat pada program BK, sehingga rancangan program menjadi tepat guna dan bermanfaat bagi peserta didik. Selanjutnya untuk materi pada program Bk hendaknya disesuaikan dengan tingkatan tugas perkembangan peserta didik yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing.
Program yang telah dirancang perlu disosialisasikan terhadap personil sekolah ataupun pihak terkait, dalam rangka mendapatkan dukungan dan bantuan, sehingga dapat bekerjasama dalam membantu peserta didik.

B. Saran

              Hendaknya guru pembimbing dapat merancang, menyelenggarakan, mengevaluasi, menganalisis dan menindak lanjuti program yang dibuat dan yang dilaksanakan, sehingga ada perbaikan dan meningkatkan mutu pelayanan konseling secara terus menerus bagi peserta didik.





DAFTAR PUSTAKA

Panduan Khusus Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. ABKIN.2013

Panduan Umum Pelayanan Bimbingan dan Konseling pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. ABKIN.2013

Prayitno, dkk.2013. Pembelajaran Melalui Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Satuan Pendidikan.Padang: UNP.

Prayitno. 1997.  Seri Pemandu: Pelayanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Jakarta : PT. Ikrar Mandiri Abadi.
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. Depdikbud: Jakarta.

W.S.Winkel dan Hastuti.(2005). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan.Yogyakarta: Media Abadi. 


2 komentar:

  1. The Best Casino Sites for Bonuses in the UK - NoDepositCasinos
    When choosing a UK Casino site, 바카라 시스템 배팅 all of 바카라그림 our top offers are 스포츠사이트 geared 365 bet for slots. This is the kind of bonus that many online bookmakers offer 다 파벳 먹튀 at the moment.

    BalasHapus
  2. Win Real Money in Online Gambling - JT Hub
    Welcome 서울특별 출장안마 to Win Real 서울특별 출장마사지 Money Online Gambling by JT Hub. 김천 출장안마 It offers a 제천 출장샵 comprehensive and mobile friendly 영주 출장안마 betting app. You can choose from thousands of

    BalasHapus